Foto: Ruas Jalan Tuada Daeli menuju Desa Helefanikha, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, mengalami amblas dan hingga kini belum diperbaiki. (Foto: LBNNEWS.COM/Irwanta Gea)
GUNUNGSITOLI, LBNNEWS.COM – Ruas Jalan Tuada Daeli yang menjadi salah satu akses penghubung beberapa desa di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, mengalami ambles pada bagian tepi badan jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera mendapat penanganan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian tepi badan jalan mengalami penurunan sehingga sebagian badan jalan terlihat menyempit. Kerusakan tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen.
Jalan Tuada Daeli merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan menghubungkan sejumlah wilayah permukiman dan desa di kawasan tersebut. Kondisi jalan yang mengalami ambles menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut.
Di sekitar lokasi, pemerintah telah memasang rambu-rambu peringatan sebagai langkah antisipasi bagi pengguna jalan. Rambu tersebut diharapkan dapat mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati ketika melintasi titik jalan yang mengalami kerusakan.
Namun, keberadaan rambu peringatan belum menyelesaikan persoalan utama. Bagian tepi jalan yang terus mengalami penurunan dikhawatirkan dapat semakin terkikis dan melebar apabila tidak segera diperkuat atau diperbaiki.
Kekhawatiran terhadap rumah warga
Selain mengganggu akses lalu lintas, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut
Warga khawatir apabila proses amblesan terus berlanjut dan berkembang menjadi longsor, material tanah di sekitar badan jalan dapat ikut bergerak dan berpotensi berdampak terhadap sejumlah rumah warga yang berada di area tersebut.
Kekhawatiran itu semakin besar ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Air hujan yang terus mengalir di sekitar titik yang mengalami kerusakan dikhawatirkan dapat mempercepat pengikisan tanah dan memperbesar titik longsor.
Karena itu, warga berharap pemerintah tidak hanya memasang rambu peringatan, tetapi juga melakukan pemeriksaan kondisi tanah dan badan jalan serta mengambil langkah penanganan sebelum kerusakan semakin meluas.
Masyarakat juga berharap adanya perhatian terhadap kondisi rumah-rumah warga yang berada di sekitar area rawan, sehingga potensi dampak apabila terjadi longsor dapat diantisipasi sejak dini.
Penanganan segera dinilai penting mengingat ruas Jalan Tuada Daeli merupakan akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Apabila kerusakan semakin parah dan sebagian badan jalan tidak dapat dilalui, hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas masyarakat di sejumlah desa yang menggunakan akses tersebut.
Warga pun mengharapkan pemerintah terkait dapat turun langsung melakukan pengecekan dan menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap ruas jalan yang mengalami ambles tersebut, sebelum kondisi berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.
(LBNNEWS.COM/Irwanta Gea)




