foto: tower jaringan setinggi 40 meter yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat desa hilihambawa, dusun i hilimbowo. (lbnnews.com)
GUNUNGSITOLI, LBNNEWS.COM — Masyarakat Desa Hilihambawa, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, terus bergotong royong membangun tower jaringan telekomunikasi setinggi 40 meter secara swadaya. Pembangunan tersebut dilakukan sebagai upaya masyarakat untuk memperluas akses internet yang selama ini belum menjangkau seluruh wilayah Desa Hilihambawa.
Tower tersebut dibangun di Dusun I Hilimbowo, Desa Hilihambawa. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat bekerja dengan suka rela.
Sekretaris Desa Hilihambawa, Asafo Gea, mengatakan kebutuhan pembangunan tower berawal dari kondisi sulitnya masyarakat memperoleh akses internet di wilayah tersebut.
Menurutnya, sebelum adanya pembangunan infrastruktur jaringan, masyarakat Desa Hilihambawa belum memiliki akses internet yang memadai. Kondisi itu membuat warga harus mencari wilayah lain yang memiliki jaringan ketika membutuhkan akses internet.
“Karena sebelumnya akses internet di Desa Hilihambawa tidak ada,” ujar Asafo Gea saat diwawancarai LBNNEWS.COM.
Sekitar satu tahun lalu, masyarakat sebenarnya telah berupaya membangun tower dengan ketinggian sekitar 20 meter. Namun, keberadaan tower tersebut belum mampu menjangkau seluruh wilayah Desa Hilihambawa.
Asafo menjelaskan, sebagian wilayah Dusun II, Dusun III dan Tulumbaho masih mengalami keterbatasan jaringan dari tower sebelumnya.
“Jaringan internet tidak menjangkau seluruh Desa Hilihambawa. Sebagian Dusun II dan Dusun III serta Tulumbaho,” jelasnya.
Kondisi tersebut kemudian mendorong masyarakat membangun tower baru dengan ketinggian sekitar 40 meter. Dengan ketinggian tersebut, masyarakat berharap jangkauan jaringan dapat diperluas sehingga wilayah yang sebelumnya belum mendapatkan jaringan dapat terlayani.
Target utama pembangunan tower tersebut adalah wilayah Dusun II dan Dusun III Desa Hilihambawa. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sekolah dasar yang berada di Dusun II.
Menurut Asafo, keberadaan jaringan internet sangat dibutuhkan untuk mendukung dunia pendidikan. Akses internet di sekolah dapat membantu guru maupun pelajar memperoleh informasi dan mendukung proses pembelajaran.
“Target Desa Hilihambawa Dusun II dan III, terutama sekolah SD yang berada di Dusun II Desa Hilihambawa,” kata Asafo.
Dibangun Secara Swadaya
Pembangunan tower 40 meter tersebut digagas oleh Sekretaris Desa Hilihambawa, Asafo Gea, dan mendapat dukungan dari Kepala Desa Hilihambawa, Marinus Gea.
Pembangunan dilakukan secara swadaya menggunakan dukungan masyarakat. Warga memberikan bantuan dalam bentuk uang maupun tenaga untuk membantu proses pembangunan.
Masyarakat yang terlibat dalam pengerjaan tower tersebut bekerja secara sukarela tanpa menerima upah. Warga Dusun I Hilimbowo menjadi salah satu kelompok yang paling aktif dalam kegiatan gotong royong.
Semangat gotong royong tersebut menjadi kekuatan utama masyarakat dalam membangun infrastruktur jaringan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk kepentingan desa.
Namun, pembangunan tower hingga saat ini masih menghadapi kendala pendanaan. Kebutuhan material masih belum sepenuhnya terpenuhi sehingga masyarakat masih membutuhkan tambahan dana.
Menurutnya, kekurangan biaya tersebut terutama dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan.
Mendapat Hibah Material
Selain mengandalkan swadaya masyarakat, pembangunan tower juga mendapat dukungan material berupa besi jaringan yang merupakan hibah dari Wali Kota Gunungsitoli.
Material tersebut sebelumnya bekas tower Radio pemancar di terminal faekhu dan kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan tower di Desa Hilihambawa karna tower radio tersebut sudah tidak di fungsikan.
Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembangunan tower karena dapat membantu masyarakat mengurangi kebutuhan biaya material.
Telkomsel Telah Memberikan Persetujuan
Untuk memastikan tower nantinya dapat digunakan sebagai infrastruktur jaringan telekomunikasi, pihak desa telah melakukan komunikasi dengan Telkomsel.
Asafo mengatakan pembangunan tower tersebut telah mendapat persetujuan dari pihak Telkomsel.
“Sudah ada komunikasi dengan pihak Telkomsel karena ini sudah ada persetujuan mereka,” ujarnya.
Selain persetujuan, pihak Telkomsel juga disebut telah memberikan perangkat bekas yang nantinya akan mendukung pemasangan jaringan pada tower tersebut.
Dengan adanya komunikasi dan persetujuan tersebut, masyarakat berharap setelah pembangunan fisik selesai, proses pemasangan perangkat jaringan dapat segera dilakukan sehingga tower dapat difungsikan.
Tower Swadaya ini, Ditargetkan Rampung Dalam Dua Minggu
Saat ini struktur tower jaringan setinggi 40 meter tersebut telah berdiri. Meski demikian, pembangunan belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat pekerjaan serta kebutuhan material yang harus dipenuhi.
Asafo menargetkan seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu.
Namun, target tersebut tetap bergantung pada ketersediaan material dan dukungan biaya yang masih dibutuhkan.
Keterbatasan dana menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat karena pembangunan dilakukan secara swadaya tanpa dukungan anggaran khusus untuk keseluruhan kebutuhan pembangunan.
Akses Internet untuk Masyarakat dan Pendidikan
Selama ini, keterbatasan jaringan membuat masyarakat harus pergi ke desa lain yang memiliki jaringan internet. Kondisi tersebut menjadi kendala, terutama ketika masyarakat membutuhkan internet untuk komunikasi, memperoleh informasi, maupun kebutuhan lainnya.
Bagi dunia pendidikan, akses internet juga semakin penting. Sekolah dan pelajar membutuhkan jaringan untuk mendukung proses pembelajaran serta memperoleh berbagai sumber informasi.
Karena itu, pembangunan tower 40 meter ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan komunikasi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sektor pendidikan di Desa Hilihambawa.
Masyarakat berharap setelah tower tersebut selesai dan jaringan Telkomsel dapat beroperasi, akses internet bisa menjangkau wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan, terutama Dusun II dan Dusun III Desa Hilihambawa.
Masyarakat juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan pembangunan tower tersebut, mengingat masih terdapat kebutuhan biaya beberapa juta rupiah untuk memenuhi material yang diperlukan.
Bagi masyarakat Hilihambawa, pembangunan tower secara swadaya ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah keterbatasan akses jaringan.
Mereka berharap perjuangan masyarakat tersebut dapat segera membuahkan hasil sehingga akses internet yang lebih baik dapat dinikmati masyarakat Desa Hilihambawa, termasuk para pelajar dan sekolah yang selama ini membutuhkan konektivitas internet.
Reporter: Irwanta Gea
LBNNEWS.COM




