LBNNEWS.COM, NIAS BARAT – Operasi pencarian terhadap Daeng Syahnan Marunduri (33) yang sebelumnya dilaporkan diduga tenggelam di Perairan Pulau Hamutala, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan selamat, Kamis (6/8/2026).
Setelah menerima laporan kejadian, Tim SAR Gabungan melakukan persiapan personel dan peralatan SAR. Pencarian dilakukan dari Pantai Sirombu dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Pada pukul 15.30 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi selamat di Pantai Moale, Kabupaten Nias Selatan.
Korban diketahui terbawa arus laut dan berhasil ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Sirombu.
Setibanya di Pelabuhan Sirombu, Tim SAR Gabungan memastikan kondisi korban. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan dan hasil pemeriksaan menunjukkan korban berada dalam kondisi baik serta tidak mengalami luka serius.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias, Putu Arga Sujarwadi, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah bekerja sama dalam operasi pencarian.
“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik dari seluruh unsur SAR gabungan serta dukungan masyarakat dan nelayan yang turut membantu proses pencarian. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi ini.”
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat dan sehat, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan Operasi SAR. Operasi SAR kemudian secara resmi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Unsur SAR yang terlibat terdiri dari personel Kantor SAR Nias, Koramil Sirombu, Polsek Sirombu, Camat Sirombu, BPBD Kabupaten Nias Barat, keluarga korban dan masyarakat.
Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi tersebut antara lain Rescue Car Double Cabin, LCR dengan motor tempel 30 PK, peralatan SAR air, peralatan SAR medis, alat komunikasi (Alkom), serta APD personel.




